
Seorang adik mengeluh kepada kedua kakaknya ketika dihadapkan pada persoalan perkalian yang katanya bikin capek. Soalnya mesti harus ngitung di buram, gak praktis deh, katanya.
“Ada apa sih, dik?”
“Ini kak, gimana ngitung 42 x 21 biar gak banyak-banyak buram”
“Oh, itu.”
“Itu gimana kak, ayo bantuin donk.”
“Iya, begini caranya, 4 x 2 berapa?”
“8”
“Terus, 4 x 1 ditambah 2 x 2 berapa?
“4 + 4 jadi 8”
“Lalu, 2 x 1 berapa”
“2”
“Nah, selesai khan, 8 …. 8 … 2, hasilnya 882.”
“Loh. Cuma gitu.”
“Iya, mau gimana lagi.”
Kakaknya yang lain pun tak ketinggalan memberi resep menghitung perkalian itu.
“Begini dik.”
“Bagaimana”
“42 itu misalkan persegi panjang yang sisinya 40 berwarna merah dan 2 berwarna biru pada sisi mendatar”
“Sebentar kak, aku ambil kertas.”
“Gak usah kertas, bayangkan aja, setelah itu yang 21 itu misalkan persegi panjang yang sisinya 20 berwarna merah dan 1 berwarna biru pada sisi tegak”
“Oh, iya. 40 + 2 pada sisi mendatar dan 20 + 1 pada sisi tegak ya, kak.”
“Berapa persegi yang warna merah.”
“Maksudnya?”
“Persegi yang merah berarti merah x merah, artinya 40 x 20.”
“Ooo … itu, 800.”
“Yang merah biru?”
“Mmm, 40 x 1 dan 20 x 2 …. = 80.”
“Yang biru?”
“2 x 1 = 2”
“Selesai, khan. Jadi seluruhnya … 800 + 80 + 2.”
“Iya, kak. 882”
“Sekarang gak perlu banyak-banyak buram khan?”
Filed under: My Post | Leave a Comment »
